Welcome My Blog

Sebuah Catatan, Just For Share

Minggu, 16 Februari 2014

Tersenyumlah...。^‿^。

Segala puji hanyalah milik  Allah Sholawat dan salam untuk Rasululloh SAW. Amma ba'du!


Saudaraku seIslam yang ana sayangi.... mengapa kita menjadi lemah dan berputus asa dengan musibah yang menimpa kita? Sementara Nabi kita telah bersabda :
‫‫

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ  رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ الرَّجُلَ لَيَكُونُ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ الْمَنْزِلَةُ فَمَا يَبْلُغُهَا بِعَمَلٍ فَمَا يَزَالُ اللَّهُ يَبْتَلِيهِ بِمَا يَكْرَهُ، حَتَّى يُبَلِّغَهُ إِيَّاهَا

Dari Abu Huroiroh ~rodhiyallohu ‘anhu~ , ia berkata : Rasululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda ; “Sungguh seseorang benar-benar memiliki kedudukan di sisi Allah namun dia tidak sampai kepada kedudukan tersebut dengan sebuah amal. Oleh karena itu Allah senantiasa mengujinya dengan apa-apa yang tidak ia sukai hingga dengan ujian tersebut, Allah menyampaikannya kepada kedudukan tersebut.” 

[HR. Abu Ya’la dan Ibnu Hibban ~rohimahumalloh~ dan dinilai Hasan Shohih oleh Syaikh Al Albani ~rohimahulloh~ dalam Shohih Targhib wa Tarhib no. 3408].

Saudaraku, ..tersenyumlah... (/^▽^)/ berbahagialah.... (-^〇^-) mari jadikan musibah/ujian hidup yang menyapa kita sebagai sebuah ‘peluang emas’ untuk mendapatkan kedudukan mulia dan ganjaran berlimpah dari Ar-Rohman.

Semoga sabda Nabi kita ini laksana minuman dingin dan segar pelepas dahaga orang yang sangat kehausan dan semoga risalah sangat sederhana ini mendatangkan manfaat dan ganjaran yang berlipat, aamiin

Wa shollallohu wa sallama 'alaa Nabiyyina Muhammad

Tidak ada yang tidak mungkin bagi ALLAH.。◕‿◕。


Nabi NUH belum tahu banjir akan datang ketika ia membuat kapal besar dan ditertawai kaumnya.

Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.

Nabi MUSA belum tahu laut akan terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.

Nabi MUHAMMAD SAW pun belum tahu kalau Madinah adalah kota tersebarnya ajaran yang dibawanya saat beliau diperintahkan berhijrah.

Yang Mereka tahu adalah bahwa Mereka harus patuh pada perintah ALLAH dan tanpa berhenti berharap yang terbaik.

Ternyata dibalik keTIDAKTAHUan kita, ALLAH telah menyiapkan SURPRISE saat kita menunaikan perintah-NYA.

BIASANYA tangan ALLAH bekerja di detik detik terakhir dalam usaha hamba-Nya.

So, Never Give Up, Make Better For the Best. (•̀ᴗ•́)و ̑̑

Kalaupun hasil yang kita usahakan jauh dari harapan bahkan menyakitkan,jangan kita berkecil hati.
Karena sering ALLAH mencintai kita dengan cara-cara yang kita benci.
Tetap HUSNUDZON kepada ALLAH apapun yang terjadi.

ALLAH berfirman: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216).

Tidak ada yang tidak mungkin bagi ALLAH.。◕‿◕。

Kamis, 13 Februari 2014

Jika Akhwat Menggugat Ikhwan (Bagian Akhir)

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================
Postingan terakhir dari celotehan ane  khusus untuk para mahluk yang bernama ikhwan, afwan jika ada tersinggung atau ter efek didalam isinya, silahkan berkomentar jika memang apa yang disampaikan ane ini salah^^

“Apa yang menghalangi kalian itu meminang seorang akhwat? Mengapa kalian banyak yang egois, hanya memikirkan dirinya sendiri? Sesungguhnya, banyak akhwat yang siap. Afwan Ana bertanya seperti ini untuk mewakili “suara hati” (barangkali demikian) akhwat-akhwat lain yang belum menikah. Sementara usia kita semakin bertambah, ada kegelisahan dan kadang-kadang kekhawatiran kalau kami justru dinikahkan oleh orangtuanya dengan laki-laki yang tidak baik agamanya.

Pertanyaan ini pun serupa dengan pertanyaan Rasulullah. Beliau yang mulia pernah bertanya, “Apa yang menghalangi seorang mukmin untuk mempersunting istri? Mudah-mudahan Allah mengaruniainya keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaaha illaLlah.”Apa yang menghalangi kita untuk menikah? Kenapa kita merasa berat untuk meminang seorang akhwat secara baik-baik dengan mendatangi keluarganya? Apa yang menyebabkan sebagian dari kita merasa terhalang langkahnya untuk mempersunting seorang gadis muslimah yang baik-baik sebagai istri, sementara keinginan ke arah sana seringkali sudah terlontarkan. Sementara kekhawatiran jatuh kepada maksiat sudah mulai menguat. Sementara ketika “maksiat-maksiat kecil” (atau yang kita anggap kecil) sempat berlangsung, ada kecemasan kalau-kalau keterlambatan menikah membuat kita jatuh kepada maksiat yang lebih besar.

Sebagai seorang yang paham akan agama Allah terlebih apabila jika beraktifitas didunia dakwah, penghalang-penghalang yang menjauhkan kita untuk menikah seharusnya bisa diatasi dengan cermat. Ana hanya mengutip dari ayat-ayat Allah dan hadist Rasul tentang bagaimana Syariat islam mengajarkan agar pernikahan tidak ditunda-tunda. Sedapat mungkin jika tidak ada penghalang syar'i pernikahan disegerakan dan dipercepat.

Dari Abdullah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang telah memperoleh kemampuan menghidupi kerumahtanggaan, kawinlah. Karena sesungguhnya, pernikahan itu lebih mampu menahan pandangan mata dan menjaga kemaluan (H.R. Muslim)

Syariat juga mengajarkan agar kekurangan harta tidak menjadi alasan menunda-nunda pernikahan. Allah berfirman;

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan membuat mereka mampu/cukup dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui. (An-Nur; 32)

Jaminan Allah untuk membuat cukup/kaya bagi calon mempelai yang fakir juga menunjukkan bahwa Syariat mengajarkan agar pernikahan tidak dilambat-lambatkan dengan alasan harta. Artinya, jangan menjadikan kondisi ekonomi sebagai penghalang pernikahan karena  niat pernikahan tersebut adalah untuk menjaga kehormatan.

Syariat juga melarang pihak wali wanita menghalang-halangi wanita menikah dengan lelaki pilihannya dengan alasan yang tidak benar. Allah berfirman;

Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya apabila telah ada saling ridha di antara mereka dengan cara yang makruf (Al-Baqarah; 232)

Nabi juga memberi peringatan bahaya menunda-nunda pernikahan jika telah ada lelaki yang baik agama dan akhlaknya dan diridhai oleh wanita. Ibnu Majah meriwayatkan;

Dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridhai ahlak dan agamanya, maka nikahkanlah (dengan anakmu). Jika tidak kalian lakukan, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang luas di muka bumi." (H.R. Ibnu Majah).

Fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas karena halang-halanginya pernikahan dan ditundanya perkawinan bisa berupa dilanggarnya dosa besar seperti perzinahan atau mendekati zina. Bisa juga mengakibatkan terputusnya keturunan, hidup membujang, stres, gila bahkan bunuh diri. Semuanya adalah kerusakan dan kemunkaran yang tidak baik bagi Muslim dan masyarakat Islam.
Dalam riwayat yang dihasankan At-Tirmidzi, hendaknya pernikahan disegerakan sebagaimana menyegerakan shalat dan mengurus jenazah. At-Tirmidzi meriwayatkan;

Dari Ali bin Abu Thalib bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya: "Wahai Ali tiga perkara, janganlah engkau menunda-nundanya; shalat jika telah datang waktunya, jenazah jika telah tiba dan (menikahkan) seorang wanita yang belum menikah jika engkau telah mendapatkan (pasangan) yang cocok (sepadan dengannya)." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya gharib hasan." (H.R. At-Tirmidzi)

Salah satu juga yang menjadi penghalang seseorang untuk menikah adalah Pandangan masyarakat kita sekarang seperti tentang adat-istiadat yang melarang melangkahi saudara tua, menjaga perasaan saudara tua, menghindari mitos tidak baik perempuan dilangkah, menjaga pandangan orang terhadap kakak perempuannya yang dilangkah, dst..
Padahal ini salah kaprah. Tetapi inilah kenyataan di maysarakat kita. Akibatnya secara sosial, setiap wanita yang terlambat menikah pasti punya problem seperti ini, padahal ini bukan kehendaknya. Masyarakatlah yang menghukumnya dengan ungkapan-ugkapan yang tidak benar.
Maka semuanya menurut ana bukanlah alasan-alasan syar'i yang bisa membuat pernikahan ditunda. Ketentuan-ketentuan tersebut bukanlah hukum Islam dan seorang muslim hanya wajib terikat dengan hukum Allah saja, tidak ada yang lain. Karna Allah berfirman;

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah). (Al-Maidah; 49)

Dan mengenai adat istiadat tersebut juga dialami beberapa teman-teman akhwat lainnya (maaf, khususnya yang ber suku Jawa), Smoga postingan ini bisa membantu membuka pikiran para kawan-kawan smua yang masih terhalang untuk menikah, dan ini sedikit tips kalo ada yang masih mengalami hal tersebut bisa kalian baca web site ini http://chirpstory.com/li/28464

Jadi sekali lagi…Syariat Islam mengajarkan agar pernikahan tidak ditunda-tunda. Sedapat mungkin jika tidak ada penghalang syar'i pernikahan disegerakan.

Semoga Allah memudahkan niat & segala urusan kita^^


Jika Akhwat Menggugat Ikhwan (Bagian 1)

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
============================
Postingan kali ini sedikit banyak mengutip dari beberapa catatan yang ada di media social Facebook dengan judul yang sama, karna sangat menarik untuk disimak dan di renungi dan semoga saja kita dapat mengambil ibroh nya^^

Siapa yang ga kenal dengan sosok Ibunda Siti Khadijah, sosok beliau begitu sangat mengangumkan, ga pernah ana temui gambaran profil yang sangat luar biasa ini yang sangat amat patut dijadikan contoh tauladan dan bisa ana katakan sosok bidaari yang sempurna. Perangainya yang lemah lembut, dari keluarga terpandang & berharta ditambah juga dengan kecantikan yang tiada tara di era nya. yang membuat ana berdecak kagum adalah keberanian beliau dalam menyatakan cinta kepada seorang pemuda yang telah lama dicintai nya, Bundha Khadizah meminta saudaranya untuk melamar sang Rasul pilihan tersebut,  beliau sangat PD sekali padahal pemuda itu berusia 25 thn sedangkan beliau berumur 40 tahun…usia yang sangaat terbilang jauuuuuhhh sekaaliii…ditambah Bundha Khadizah janda lagi… kok bisa-bisa nya yaaa beliau ga malu atau gengsi gitu?? inilah salah satu hal yang sangat special diantara ke specialan beliau yang lain…. sugoiii^0^. Tapi subhanaullah, Rasulullah tak menganggap Ibunda Khadijah sebagai wanita yang rendah dan tidak mencelanya. Malahan Rasulullah yang saat itu terkenal sebagai pemuda yang jujur malah merasa rendah diri dan menganggap bahwa dirinya tidak pantas disunting oleh wanita mulia seperti Ibunda Khadijah. Dan pada akhirnya Rasulullah tak pernah berhenti bersyukur dianugerahi Khadijah oleh Allah, tak henti-hentinya Rasulullah mengucapkan terimakasih pada Kbunda Khadijah yang telah memilihnya sebagai seorang suami dan hanya kepada Ibunda Khadijah-lah Rasulullah memberikan cinta sejatinya….padahal Ibunda Khadijalah yang terlebih dahulu mengajukan dirinya.

Selain itu pula, berdasarkan riwayat dari Tsabit al Bunnani berkata, “ Aku berada di sisi Anas, dan di sebelahnya ada anak perempuannya. Anas berkata, “ Seorang wanita datang kepada Rasulullah SAW. Menawarkan dirinya seraya berkata, “ Wahai Rasulullah apakah engkau berhasrat kepadaku? (dan di dalam satu riwayat, wanita itu berkata, “ wahai Rasulullah, aku datang hendak memberikan diriku padamu). Maka putri Anas berkata, “ Betapa sedikitnya perasaan malunya, idih… idiih”. Anas berkata, “ Dia lebih baik dari pada engkau, dia menginginkan Nabi SAW. Lalu menawarkan dirinya kepada beliau. (HR Bukhari). Bukhari membuat hadits ini di dalam bab “ wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki yang saleh ”. Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “ Diantara kejelian Bukhari ialah bahwa ketika beliau mengetahui keistimewaan wanita yang menghibahkan dirinya kepada laki-laki tanpa mahar, maka ia meng-istimbat hukum dari hadits ini mengenai sesuatu yang tidak khusus, yaitu diperbolehkan baginya berbuat begitu. Dan jika si laki-laki menyukainya, maka bolehlah ia mengawininya.

“Kebebasan Wanita”, jilid ke 3, karya Abdul Halim Abu Syuqqah, terbitan Gema Insani Press, 1999, Jakarta)

Dalam riwayat tersebut sudah sangat jelas memberitahukan kepada kita bahwa, adanya kebolehan bagi seorang wanita untuk melamar seorang lelaki lebih dulu.Alias melakukan inisiatif terlebih dahuhu.Bukan berarti wanita yang mengajukan dirinya adalah wanita yang rendah dan tidak laku, ini adalah anggapan yang salah dan menurut ana sangat buruk dan tidak  berkprimanusiaan (hehe). Sebab, Rasul yang merupakan lelaki yang mulia saja,tak pernah melarang dan tak pernah sedikitpun mencela wanita-wanita yang mengajukan diri kepadanya. Dia menghargai wanita-wanita tersebut yang bertujuan mulia terhadap dirinya.Penolakan yang dilakukanpun sangat halus sehingga tidak sampai membuat wanita tersebut merasa malu dan tersakiti. Sikap yang sama juga ditunjukkan oleh Anas yang malah memuji wanita tersebut dan mencela putrinya yang beranggapan buruk terhadap wanita tersebut.

Namun sangat disayangkan, masih banyak diantara kita yang menganggap bahwa seorang wanita tidak pantas untuk mengajukan dirinya sebab itu akan menghinakan dirinya sendiri. dan terkadang masih ada saja ikhwan yang tanpa berpikir panjang langsung menolak ketika dipinang oleh seorang akhwat padahal akhwat tersebut bukan mengajaknya untuk berbuat sesuatu yang haram melainkan suatu perbuatan yang bernilai ibadah.

Oleh karena itu, pendapat ana pribadi jika ada  teman-teman akhwat yang berani mengajukan diri mereka kepada seorang ikhwan adalah sikap yang mulia, ga usah malu ataupun gengsi. Alasan yang mendasari mereka adalah mereka tak ingin hatinya terus berzina karena mempunyai perasaan pada seorang ikhwan. Dengan memberanikan mengajukan diri maka setidaknya mereka bisa mengetahui apakah ikhwan tersebut mempunyai perasaan yang sama terhadap mereka atau tidak. Jika misalnya ya… maka perasaan cinta itu akan bernilai pahala ketika berakhir di pelaminan. Toh jika pada akhirnya nantinya mereka ditolak, mereka akan berhenti untuk mencintai dan kemudian mulai dari awal lagi menata hati untuk ikhwan yang berikutnya. Tapi bukan berarti akhwat yang tidak mengajukan dirinya itu tidak mulia, sebab pada dasarnya yang mengatur scenario bagaimana jalan pertemuan kepada jodoh kita, adalah Allah. Bukan begitu..???

Sekali lagi, ana ingin mengatakan betapa bangganya ana kepada sahabat ana tersebut.Dia berani untuk mengejar cintanya walaupun dengan konsekunesi menanggung malu jika ditolak.Bagi ana itu bukanlah hal yang memalukan, sebab dia berani mengajukan dirinya.Tidak seperti kita sekarang yang ketika itu hanya bisa melihat dan mengagumi seorang ikhwan dari kejauhan. Dan hanya berdoa kepada Allah untuk memilihkan pada pilihan yang terbaik.
 So…
  • BAGI PARA IKHWAN....
Dan bagi para ikhwan yang mungkin tiba-tiba ketiban duren, tiba-tiba bernasib seperti Fahri yang dalam film Ayat-Ayat Cinta, ceile…^_^ alangkah mulianya jika kalian menerima pinangan akhwat tersebut terlebih dahulu. Ini hanya sebuah saran.Mengapa,..??? Ana seorang akhwat, ana tau perasaan apa yang sedang dihadapi oleh teman-teman akhwat yang mengajukan dirinya.

Yang perlu kalian ketahui…

Jika para ikhwan membutuhkan 100 keberanian untuk melamar seorang akhwat, maka seorang akhwat membutuhkan 1.000.000 keberanian untuk melamar seorang ikhwan. 
Jika seorang ikhwan membutuhkan waktu satu minggu untuk melupakan penolakan dirinya oleh seorang akhwat maka seorang akhwat membutuhkan waktu 1 tahun untuk melupakan penolakan dirinya oleh seorang ikhwan bahkan mungkin juga dia tidak bisa melupakan penolakan tersebut seumur hidupnya.

Dan ketika seorang akhwat mengajukan diri kepadamu, itu karena dia sudah berikhtiar kepada Allah sebulan bahkan setahun lamanya. Dan si akhwat telah menganggap bahwa engkaulah ikhwan yang terbaik diatara yang lainnya. Jika pada masa ta'arauf ada sesutu yang tidak berkenan di hati kalian, maka tidak ada halangan bagi kalian untuk kemudian memutuskan ta'aruf  tersebut.
  • BAGI PARA AKHWAT....
Wahai saudariku….kejarlah cintamu...dan raihlah kebahagiaanmu,,,, sebab cinta itu memang butuh sebuah perjuangan…..Namun janganlah lupa menyandarkan cintamu yang pertama kepada Allah…dan tetaplah berjalan sesuai dengan perintah-Nya…dan jagalah iffahmu sebagai wanita-wanita mulia yang insya Allah kelak menjadi Wanita Penghuni Surga... Aamiin.

To Be Contiuned^^